Apakah masih ada yang tahu apa itu prangko?
oke,mari kita lihat kembali sejarah perangko
Prangko (Latin: franco)
adalah secarik kertas berperekat sebagai bukti telah
melakukan pembayaran untuk jasa layanan pos,
seperti halnya mengirim surat. Prangko
ditempelkan pada amplop, kartu pos, atau benda pos lainnya
sebelum dikirim. Pembayaran menggunakan prangko menjadi cara pembayaran yang
paling populer dibanding cara lain, seperti menggunakan aerogram.
Prangko pertama kali diperkenalkan pada tanggal 1 Mei 1840 di Britania Raya sebagai reformasi pos oleh Rowland Hill. Oleh karena itu sampai
sekarang Britania Raya mendapat perlakuan khusus. Negara ini adalah
satu-satunya negara yang tidak perlu mencantumkan nama negara di atas prangko.![]() |
| Prangko Pertama di dunia |
Prangko pada hakekatnya adalah secarik kertas bergambar yang diterbitkan oleh pemerintah yang pada bagian belakang umumnya memuat perekat, sedangkan pada bagian depannya memuat suatu harga tertentu yang dimaksudkan untuk direkatkan pada kiriman pos. Dengan menempelkan prangko pada sepucuk surat berarti biaya pengiriman surat tersebut telah dilunasi oleh pengirim surat, dan sebagai imbalannya pos berkewajiban menyampaikan surat tersebut kepada alamatnya di tempat tujuan.
Kegiatan surat-menyurat dan sistem perposan sebenarnya sudah dikenal manusia sebelum dikenalnya prangko. Dan setiap pemerintahan membangun sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan sistem perposan. Sebagai contoh, Jalan Raya Anyer-Panarukan yang dibangun oleh gubernur jenderal Hindia Belanda (Herman Willem Daendels), dikenal dengan nama Jalan Pos Raya.
ada beberapa jenis prangko,seperti:
1. Prangko
definitif
![]() | |
| Prangko seri Hewan (1956) |
![]() |
| Prangko seri Alat musik (1967) |
![]() |
| Prangko seri Presiden Soekarno |
- Prangko seri Presiden Soeharto
- Prangko seri PELITA (Pembangunan Lima Tahun)
2. Prangko
peringatan
Prangko peringatan yaitu prangko
yang penerbitannya dikaitkan dengan suatu kejadian atau peristiwa dan
dimaksudkan untuk memperingati kejadian atau peristiwa, baik yang bersifat
nasional maupun internasional. Contoh dari prangko ini adalah
![]() |
| 100 tahun prangko Indonesia |
- 100 tahun prangko Indonesia
- 10 tahun Konferensi Asia-Afrika
- 25 tahun ASEAN
3. Prangko
istimewa
Prangko Istimewa yaitu prangko yang
penerbitannya dimaksudkan untuk menarik perhatian masyarakat baik di dalam
maupun di luar negeri mengenai kegiatan-kegiatan yang dilancarkan oleh
Pemerintah dalam berbagai bidang, baik yang bersifat nasional maupun
internasional. Contohnya adalah:
![]() |
| prangko flora & fauna tahun 1997 |
- Prangko seri pariwisata 1988
- Prangko seri Flora 1989
- Prangko seri Fauna 1989
- Prangko seri World Cup Italia 1990
4.Prangko
amal
Prangko Amal yaitu prangko yang
penerbitannya dimaksudkan untuk menghimpun dana bagi kepentingan amal dan
dijual dengan harga tambahan. Pendapatan dari hasil penjualan prangko ini
setelah dikurangi dengan harga prangko, ongkos pembuatan dan ongkos lainnya
kemudian disumbangkan kepada suatu badan amal yang telah ditetapkan oleh
Pemerintah. Contohnya adalah:
![]() |
| Prangko Hari Sosial III (1960) |
![]() |
| Prangko Hari Sosial IV (1961) |
Prangko peringatan, prangko
istimewa, dan prangko amal masa jualnya di kantor pos terbatas yaitu selama
tahun penerbitan ditambah 2 tahun, sedangkan masa berlakunya selama tahun
penerbitan ditambah lima tahun.
5.Prangko
untuk tujuan khusus
Selain prangko-prangko tersebut di
atas masih ada prangko-prangko yang diterbitkan untuk tujuan khusus yaitu
prangko pos kilat, prangko pos udara, prangko dinas, prangko ekspres, dan
prangko pos udara ekspres. Prangko-prangko tersebut sudah tidak lagi berlaku
dan tidak diterbitkan lagi.










